Wednesday, March 28, 2012

BAHAYA TIMBAL PADA PRODUK MAINAN ANAK-ANAK

MAINAN ANAK-ANAK - BAHAYA TIMBAL PADA PRODUK MAINAN ANAK-ANAK. BAHAYA MEMBELI MAINAN SEMBARANGAN DI MAL. PRODUK MAINAN ANAK-ANAK banyak sekali beredar di pasar, mall, dan di sekolahan. Seberapa besarkan bahaya mainan buat anak anak kita? berikut artikel tentang BAHAYA TIMBAL PADA PRODUK MAINAN ANAK-ANAK

Kita mungkin heran atau merasa aneh, bila suatu produk Mainan anak-anak dikatakan bisa menimbulkan keracunan pada anak. Padahal produk ini ditujukan untuk memberikan kegembiraan, kebahagian bahkan untuk pendidikan anak dan bukan sebaliknya. Apalagi pada anak-anak TK atau Sekolah Dasar, dimana produk Mainan diperlukan dalam menunjang pendidikan formal. Pada hakekatnya banyak anak-anak yang mengalami kecelakaan keracunan dikarenakan ketidaksengajaan akibat produk Mainan yang digunakan. Salah satu sebab mengapa terjadi keracunan pada anak-anak adalah produk Mainan yang digunakan mengandung bahan beracun yang dapat mengganggu kesehatan anak bahkan pada orang dewasa.

Produk Mainan yang membahayakan contohnya adalah produk yang mengandung timbal (plumbum). Timbal biasanya ditambahkan pada produk yang mengandung PVC (Polyvinyl Chloride) sebagai “stabilizer”. PVC tidak hanya digunakan pada produk Mainan anak-anak saja tetapi juga digunakan pada produk – produk rumah tangga yang terbuat dari plastik. Penggunaan cat (pewarna) yang mengandung Timbal juga digunakan pada produk Mainan anak yang tujuannya untuk mewarnai Mainan tsb sehingga menarik perhatian anak-anak. Selain itu alat-alat untuk melukis (menggambar) seperti krayon dan pensil warna juga diduga mengandung Timbal. Di Amerika Produk Mainan yang diduga mengandung Timbal contohnya adalah pensil warna, krayon, produk bayi terbuat dari plastik (“rattle”, “teehing rings”), produk dalam bentuk perhiasan (kalung, gelang atau cincin).

Secara alami PVC merupakan bahan yang keras, karena itu bahan kimia berbahaya seperti Timbal biasanya ditambahkan untuk merubah karakteristik alami ini. Zat aditif dapat sebagai “stabilizer” atau “plasticizer”. “Stabilizer” digunakan untuk mempertahankan kekakuan plastik agar tetap tahan lama, sedangkan “plasticizer” dibutuhkan agar plastik lentur dan lembut sehingga mudah dibentuk.
Tahun 2004 Komisi Keamanan Produk konsumen Amerika (The U.S. Consumer Product Safety Commision/CPSC) telah menarik 150 juta produk Mainan (berupa perhiasan seperti kalung, gelang atau cincin) yang diduga mengandung Timbal.
Hasil survey secara acak terhadap produk Vinyl di Chicago menemukan banyak produk Mainan yang mengandung Timbal, sekitar 20% dari 131 produk menunjukkan adanya kandungan Timbal. Produk-produk tersebut bervariasi antara lain produk sekolah, bahan pakaian, dan alat-alat rumah tangga. Komisi Keamanan Produk konsumen Amerika menetapkan batas Timbal pada Vinyl adalah 200 ppm, kenyataannya lebih dari setengah produk mengandung Timbal > 200 ppm.

Bagaimana Timbal pada produk Mainan bisa meracuni anak-anak ?
Timbal dapat lepas sebagai debu pada permukaan produk Mainan selama Mainan tsb digunakan secara normal apalagi bila terjadi penyinaran atau pamanasan terutama terkena sinar matahari. Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika telah melakukan penelitian dimana penyinaran dan pemanasan dapat menyebabkan degradasi PVC dan membebaskan debu Timbal. Pada produk Mainan anak-anak Timbal dapat lepas selama Mainan tsb digunakan dengan normal.

Timbal merupakan bahan kimia yang sangat berbahaya terhadap kesehatan anak-anak, beberapa penelitian menunjukan bahwa terpapar Timbal bahkan pada tingkat yang rendah dapat mengganggu intelektualitas dan perkembangan anak-anak dan bayi. Standard International telah menentukan jumlah Timbal yang dilepaskan tidak boleh lebih dari 90 ppm.

anak-anak lebih berpotensial keracunan Timbal dibanding orang dewasa. Hal ini disebabkan karena sifat dari anak-anak adalah rasa keingintahuan yang tinggi, mereka akan menjilat, mengunyah bahkan memasukkan produk Mainan tersebut kedalam mulutnya. Serpihan-serpihan dari cat atau pewarna pada produk Mainan yang telah usang bisa juga tertelan atau terhirup oleh anak-anak. Kebiasaan anak-anak tsb dengan rentang waktu yang lama dapat menyebabkan keracunan kronik, keracunan jenis ini sulit untuk dideteksi secara dini dan dampaknya akan terlihat beberapa tahun kemudian. Timbal akan lebih mudah diserap oleh tubuh pada masa perkembangan, pada anak-anak. Jumlah Timbal yang diserap mencapai 50% dibandingkan orang dewasa yang hanya dapat menyerap sekitar 10%, selain itu otak serta sistem saraf anak-anak lebih sensitive terhadap kerusakan akibat Timbal. Sistem penyerapan ini akan lebih meningkat disaat anak-anak kekurangan zat gizi seperti zat besi atau Kalsium.

anak-anak dibawah 6 tahun sangat berpotensial mengalami keracunan Timbal, sebab otak dan sistem saraf mereka masih dalam pertumbuhan sehingga pada tingkat yang rendah sekalipun dapat menyebabkan penurunan tingkat kecerdasan (IQ), ketidakmampuan belajar (kesulitan belajar), “Attention deficit disorder”, hiperaktifitas dan agresif sehingga menimbulkan masalah sosial dan lingkungan, gangguan pertumbuhan, gangguan pada pendengaran, dan kerusakan ginjal. Pada tingkat keracunan yang tinggi, menyebabkan kematian. Keracunan Timbal juga pernah dilaporkan dapat menyebabkan tindakan kriminal pada anak-anak.
Timbal merupakan bahan berbahaya yang dapat terakumulasi dalam tulang dan menyebabkan kerusakan system saraf yang tidak dapat kembali normal (“irreversible”) pada anak-anak yang terpapar khususnya pada anak-anak usia 1-3 tahun. Terpapar secara berulang dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan penimbunan Timbal didalam tulang dan gigi.

Apabila seorang wanita hamil mengalami keracunan Timbal, maka Timbal tersebut akan terakumulasi pada tulangnya dan karena proses metabolit selama kehamilan Timbal menyebar kedalam darah dan menembus plasenta. Hal ini menyebabkan janin mengalami keracunan Timbal yang pada akhirnya akan merusak sistem saraf janin tsb. Selain itu dapat mengakibatkan keguguran, berat badan bayi saat dilahirkan rendah bahkan dapat menyebabkan kematian pada bayi yang dilahirkan.

Pada orang dewasa keracunan Timbal dapat menyebabkan kehilangan libido dan infertilitas, agresif dan tekanan darah tinggi, kehilangan nafsu makan, sembelit, anemia, pada kasus yang berat menyebabkan pembengkakan otak, koma dan kematian.

Timbal tidak mempunyai nilai biologi pada tubuh manusia bahkan dalam jumlah sedikit. Jika Timbal memasuki tubuh manusia akan menggantikan logam-logam lain yang berguna bagi tubuh, logam yang digantikan misalnya zat besi, zink dan tembaga. Penggantian zat besi dapat menghambat proses pembentukan sel darah merah normal. Jadi idealnya tidak ada plumbum dalam darah atau kadar dalam darah 0 mcg/dL.


Tabel kepekatan Timbal dalam darah dan pengaruhnya terhadap Sistem Saraf

Tingkat kandungan Timbal darah (mcg/dL)
Pengaruh pada sistem saraf
Pengaruh lain
10 -15 Gangguan perkembangan tingkah laku Kurangnya usia kehamilan dan kurangnya berat badan bayi pada saat dilahirkan
15-20 Gangguan metabolisme Vitamin D
25 Penurunan tingkat kecerdasan (IQ)
30 Melambatnya kecepatan konduksi saraf
70 Gangguan atau penyakit sistem saraf tepi
80 – 100 Gangguan atau penyakit degenaratif otak

Dibawah ini beberapa tips untuk mencegah keracunan Timbal pada anak-anak
1. Berikan alat perMainan sesuai dengan umur anak-anak (produk Mainan yang baik akan mencantumkan umur anak-anak yang direkomendasikan)
2. Hindari alat-alat perMainan dan asesories perhiasan yang diduga mengandung Timbal
3. Cucilah alat-alat perMainan sebelum menggunakannya
4. Cucilah tangan anak-anak setelah menggunakan alat-perMainan tsb serta setiap sebelum makan.
5. Singkirkan dan buanglah alat perMainan yang sudah usang terutama yang terbuat dari plastik
6. Perhatikan gizi anak-anak, karena penyerapan Timbal oleh tubuh akan lebih cepat pada anak-anak yang kekurangan gizi. Pastikan anak-anak mengkonsumsi makanan sehat, rendah lemak, tinggi zat besi (contohnya telur, daging, ikan, sereal), kalsium (contohnya susu, yogurt, kacang-kacangan), Zinc (contohnya kepiting, daging, sayuran, hati) dan vitamin C (buah-buahan dan sayuran)
7. Pastikan anak-anak selalu dalam keadaan kenyang, karena penyerapan Timbal akan lebih banyak pada saat perut tidak terisi.
8. Kunjungi dokter untuk berkonsultasi dan uji kandungan Timbal pada darah secara teratur walaupun kelihatannya anak-anak sehat.
9. Timbal tidak hanya berasal dari alat-alat perMainan, banyak sumber yang dapat menyebabkan keracunan Timbal, untuk itu kebersihan rumah juga harus dijaga, membersihkan debu di lantai, jendela, dan furniture lainnya.


Pustaka :
1. George M. Abraham, Lead Poisoning Prevention & Treatment : Implementing A National Program In Developing Countries, 1999, India, The George Foundation.
2. Kumpulan Penyelidik PRN, Kajian Pendedahan Plumbum dalam Kalangan Kanank-Kanak Pra Sekolah di Daerah Johor Bahru., 2001, PRN, Penang.
3. http://www.turnertoys.com/List_of_Hazardous_Toys.htm
4. http://www.turnertoys.com/pvc3Stabilizers..htm
5. http://www.turnertoys.com/pvc_vinyl Plastic..htm
6. http://pediatrics.about.com/b/a/09733.htm
7. http://www.ping.be/~ping5859/Eng/answ/PVCToys2.html
8. http://www.toy-tia.org/Content/NavigationMenu/Press_Room/Industry
9. http://www.nsc.org/library/facts/lead.htm
10. http://www.hc-sc.gc.ca/ahc-asc/media/nr-cp/1998/1998_cadmium
11. http://www.prn2,usm.my/mainsite/bulletin/sun/1995/sun27.thml

0 comments:

Post a Comment

Lagi Hot